Minggu, 08 April 2012

Tugas Matematika dan ilmu alamiah dasar 1.


Ilmu alamiah dasar adalah kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang ilmu pengetahuan alam dan teknologi

Manusia. Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip dan hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja
Mitos dan Perkembangan Alam Pikiran Manusia
            Manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhan fisiknya, tetapi juga ingin memenuhi kebutuhan nonfisik atau kebutuhan alam pikirannya. Rasa ingin tahu manusia ternyata tidak dapat terjawab atas dasar pengamatan maupun pengalamannya. Untuk memuaskan alam pikirannya, manusia membuat atau mereka-reka sendiri jawabannya.
Contoh:
  • Apakah pelangi itu ?
Karena tak dapat dijawab, mereka meraka-reka dengan jawaban bahwa pelangi adalah “selendang bidadari”. Muncul pengetahuan baru, yaitu “bidadari”.
  • Mengapa gunung meletus ?
Karena tak tahu jawabannya, maka di reka-reka sendiri dengan jawaban “yang berkuasa dari gunung sedang marah”. Muncul pengetahuan baru, yaitu yang disebut “yang berkuasa”.
Dengan menggunakan jalan pikiran yang sama, muncul anggapan “yang berkuasa di dalam hutan yang lebat, sungai yang besar, pohon yang besar, matahari, bulan, kilat, raksasa yang menelan bulan pada saat gerhana bulan. Pengetahuan ini di terima sebagai kepercayaan masyarakat.
Pengetahuan-pengetahuan baru yang bermunculan dan merupakan gabungan dari pengamatan, pengalaman dan kepercayaan itu disebut mitos.

Mitos ini timbul disebabkan antara lain karena keterbatasan alat indera manusia.Misalnya :
1) Penglihatan :
Banyak benda-benda bergerak begitu cepat sehingga tak tampak oleh mata. Mata tak dapat membedakan seluruh gambar yang berbeda dalam satu detik. Mata tak mampu melihat partikel atau jauhnya benda.
2) Pendengaran :
Pendengaran manusia terbatas pada getaran yang mempunyai frekuensi dari 30 sampai dengan 30.000 perdetik. Getaran dibawah 30 atau di atas 30.000 perdetik tak terdengar.
3) Bau dan rasa :
Bau dan rasa tidak dapat dipastikan benda yang dikecap maupun diciumnya. Manusia hanya bisa membedakan empat jenis rasa, yaitu : rasa manis, masam, asin, dan pahit.
Bau seperti parfum dan bau-bauan yang lain dapat dikenal oleh hidung kita jika konsentrasinya di udara lebih dari 1/10 juta dari udara. Bau dapat membedakan satu benda dengan benda yang lain, namun tidak semua orang bisa melakukannya.
4) Alat perasa :
Alat perasa pada kulit manusia dapat membedakan panas atau dingin, namun sangat relatif, sehingga tidak dapat dipakai sebagai alat observasi yang tepat.
mitos ini dapat diterima oleh masyarakat pada masa itu karena :
a) Keterbatasan pengetahuan yang disebabkan karena keterbatasan penginderaan baik langsung maupun dengan alat.
b) Keterbatasan penalaran.
c) Hasrat ingin tahunya terpenuhi.

Rasa ingin tahu, juga merupakan salah satu ciri khas manusia. Ia mempunyai kemampuan untuk berpikir sehingga rasa keingintahuannya tidak tetap sepanjang zaman. Karena apa? Karena manusia akan selalu bertanya apa, bagaimana dan mengapa begitu. Manusia juga mampu menggunakan pengetahuannya yang terdahulu untuk dikombinasikan dengan pengetahuan yang baru sehingga menjadi pengetahuan yang lebih baru.
Sejarah Pengetahuan yang diperoleh Manusia
A. Comte menyatakan bahwa ada tiga tahap sejarah perkembangan manusia, yaitu tahap teologi (tahap metafisika), tahap filsafat dan tahap positif (tahap ilmu). Mitos termasuk tahap teologi atau tahap metafisika. Mitologi ialah pengetahuan tentang mitos yang merupakan kumpulan cerita-cerita mitos. Cerita mitos sendiri ditularkan lewat tari-tarian, nyanyian, wayang dan lain-lain.
Secara garis besar, mitos dibedakan atas tiga macam, yaitu mitos sebenarnya, cerita rakyat dan legenda. Mitos timbul akibat keterbatasan pengetahuan, penalaran dan panca indera manusia serta keingintahuan manusia yang telah dipenuhi walaupun hanya sementara.(http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/perkembangan-alam-pikiran-manusia/ )




Metode ilmiah
  
    Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
  1. Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
  2. Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
  3. Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
  4. Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas.



Kelemahan Metode Ilmiah
Untuk bisa mendapatkan kebenaran ilmiah, harus dilakukanmelalui metode ilmiah. Kebenaran seperti apa yang dihasilkan darimetode ilmiah? Sebetulnya kalau kita mau cermati, maka metodologiilmiah itu sendiri memiliki kelemahan bahkan sangat lemah untuk bisadigunakan mencari hakekat kebenaran.Dalam metodologi ilmiah, harus memenuhi persyaratan empiris,obyektif, rasional dan sistematis.
Empiris
berarti suatu kebenaranberdasarkan pengalaman yang dapat ditangkap dengan pancaindra,dan dapat dibuktikan. Padahal sebagaimana dalam uraian mengenaikelemahan panca indra kita yang tak pernah mampu berfungsiterhadap seluruh obyek dan mampu menangkap dengan tepat apayang dilihat, didengar dan dirasakan. Maka pengetahuan sebagai hasildari pengalam berdasarkan panca indera, tak sepenuhnya benar.
Obyektif 
berarti suatu kebenaran harus mengandung nilaiobyektifitas, berdasarkan fakta yang menjadi obyek pengetahuan,bukan berdasarkan yang menilai atau yang mengamati (subyek-nya).Dalam kenyataannya, banyak pengetahuan yang dijadikan sebagaikebenaran hanya atas asumsi dan dugaan sementara dari orangperorang. Jadi kebenaran tersebut sebenarnya bersifat subyektif, yangbelum tentu dapat diterima orang lain.
Rasional
berarti kebenaran tersebut bersumber dari akal (rasio)atau pikiran manusia, dimana pengalaman-pengalaman hanya sebagaiperangsang bagi pikiran. Kebenaran demikian merupakan kesimpulandari pengalaman-pengalaman sebelumnya dan menjadi pengetahuandalam akal manusia. Namun pada realitasnya banyak kebenaran yangtidak masuk diakal, yang tidak rasional, namun diikuti oleh banyakorang dan dijadikan sebagai sebuah kebenaran.
Sistematis
berarti berurutan, yakni dalam menemukankebenaran harus melalui proses yang berurutan. Sistematis sebagaisebuah metode bisa menjadi keharusan, namun tahapan yangdikerjakan secara berurutan itu belum tentu sebagai kebenaran yanghakiki.Berdasakan uraian dan penjelasan tersebut diatas, makametodologi ilmiah sebagai cara untuk menemukan kebenaran tidakbisa untuk dijadikan patokan secara mutlak. Kebenaran yang didapatdari metodologi ilmiah sebatas kebenaran yang relative, bahkanterkadang tidak konsisten dengan persyaratan ilmiah itu sendiri



(http://www.scribd.com/zahari99/d/50717920/15-Kelemahan-Metode-Ilmiah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar