Stress adalah bentuk
ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini
mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat
produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Pada dasarnya,
stress adalah sebuah bentuk ketegangan, baik fisik maupun mental. Sumber stress
disebut dengan stressor dan ketegangan yang di akibatkan karena stress, disebut
strain.
Menurut Selye (Bell,
1996) stress diawali dengan reaksi waspada (alarm reaction) terhadap adanya
ancaman, yang ditandai oleh proses tubuh secara otomatis, seperti: meningkatnya
denyut jantung, yang kemudian diikuti dengan reaksi penolakan terhadap stressor
dan akan mencapai tahap kehabisan tenaga (exhaustion) jika individu merasa
tidak mampu untuk terus bertahan.
- Efek-efek
stress menurut Hans selye :
Stress dapat menyebabkan perasaan negative atau yang
berlawanan dengan apa yang diinginkan atau mengancam kesejahteraan emosional.
Stress dapat menggangu cara seseorang dalam menyerap realitas,
menyelesaikan masalah, berfikir secara umum dan hubungan seseorang dan
rasa memiliki. Terjadinya stress dapat disebabkan oleh sesuatu yang
dinamakan stressor,stressor ialah stimuli yang mengawali atau mencetuskan
perubahan. Stressor secara umum dapat diklasifikasikan sebagai stressor
internal atau eksternal.Stressor internal berasal dari dalam diri seseorang
(mis. Kondisi sakit,menopause, dll ). Stressor eksternal berasal dari luar diri
seseorang atau lingkuangan (mis. Kematian anggota keluarga, masalah di
tempat kerja, dll ).
- Faktor-faktor
individual dan sosial yang menjadi penyebab stress :
Sumber-sumber
stress didalam diri seseorang : Kadang-kadang sumber stress itu ada didalam
diri seseorang. Salah satunya melalui kesakitan. Tingkatan stress yang muncul
tergantung pada rasa sakit dan umur inividu(sarafino,1990). Stress juga akan
muncul dalam seseorang melalui penilaian dari kekuatan motivasional yang
melawan, bila seseorang mengalami konflik. Konflik merupakan sumber stress yang
utama.
Sumber-sumber stress di
dalam keluarga : Stress di sini juga dapat bersumber dari interaksi di antara
para anggota keluarga, seperti : perselisihan dalam masalah keuangan, perasaan
saling acuh tak acuh, tujuan-tujuan yang saling berbeda dll. Misalnya :
perbedaan keinginan tentang acara televisi yang akan ditonton, perselisihan
antara orang tua dan anak-anak yang menyetel tape-nya keras-keras, tinggal di
suatu lingkungan yang terlalu sesak, kehadiran adik baru. Khusus pada
penambahan adik baru ini, dapat menimbulkan perasaan stress terutama pada diri
ibu yang selama hamil (selain perasaan senang, tentu), dan setelah kelahiran.
Rasa stress pada ayah sehubungan dengan adanya anggota baru dalam keluarga,
sebagai kekhawatiran akan berubahnya interaksi dengan ibu sebagai istrinya atau
kekhawatiran akan tambahan biaya. Pra orang tua yang kehilangan anak-anaknya
atau pasanganya karena kematian akan merasa kehilangan arti (sarafino,1990).
Sumber-sumber
stress didalam komunitas dan lingkungan : interaksi subjek diluar lingkungan
keluarga melengkapi sumber-sumber stress. Contohnya : pengalaman stress
anak-anak disekolah dan di beberapa kejadian kompetitif, seperti olahraga. Sedangkan
beberapa pengalaman stress oang tua bersumber dari pekerjaannya, dan lingkungan
yang stressful sifatnya. Khususnya ‘occupational stress’ telah diteliti secra
luas.
Pekerjaan
dan stress : Hampir semua orang didalam kehidupan mereka mengalami stress
sehubungan denga pekerjaan mereka. Tidak jarang situasi yang ‘stressful’ ini
kecil saja dan tidak berarti, tetapi bagi banyak orang situasi stress itu
begitu sangat terasa dan berkelanjutan didalam jangka waktu yang lama.
Faktor-faktor yang membuat pekerjaan itu ‘stressful’ ialah :
1. Tuntutan kerja
: pekerjaan yang terlalu banyak dan membuat orang bekerja terlalu keras dan
lembur, karena keharusan mengerjakannya.
2. Jenis
pekerjaan : jenis pekerjaan itu sendiri sudah lebih ‘stressful’ dari pada jenis
pekerjaan lainnya. Pekerjaan itu misalnya : jenis pekerjaan yang memberikan
penilaian atas penampilan kerja bawahannya (supervisi), guru, dan dosen.
3. Pekerjaan yang
menuntut tanggung jawab bagi kehidupan manusia : contohnya tenaga medis
mempunyai beban kerja yang berat dan harus menghadapi situasi kehidupan dan
kematian setiap harinya. Membuat kesalahan dapat menimbulkan konsekuensi yang
serius.
Menurut Sarafino (1990) stress kerja dapat
disebabkan karena :
a. Lingkungan
fisik yang terlalu menekan
b. Kurangnya
kontrol yang dirasakan
c. Kurangnya
hubungan interpersonal
d. Kurangnya
pengakuan terhadap kemajuan kerja
Stress yang
berasal dari lingkungan : lingkungan yang dimaksud disni adalah lingkungan
fisik, seperti : kebisingan, suhu yang terlalu panas, kesesakan, dan angin
badai (tornado,tsunami). Stressor lingkungan mencakup juga stressor secara
makro seperti migrasi, kerugian akibat teknologi modern seperti kecelakaan lalu
lintas, bencana nuklir (Peterson dkk, 1991) dan faktor sekolah (Graham,1989).
The General Adaptation Syndrome (GAS)
Dengan bahasa latin, Hans Selye,M.D. menjelaskan
tahapan stress ini dan menyebutkan sebagaiThe
General Adaptation Syndrome
(GAS), menurut Selye GAS juga terdiri dari 3 tahap :
1. Reaksi
terkejut (alarm reaction) ketika tubuh mulai mendeteksi stimulus dari luar
2. Adaptasi
(adaptation) ketika mengeluarkan perangkat pertahanan melawan sumber stress
(stressor)
3. Kelelahan
(exhaustion) ketika tubuh mulai kehabisan daya pertahanannya.
Tipe-tipe stress :
1. Tekanan :
hasil hubungan antara peristiwa-peristiwa persekitaran dengan individu. Paras
tekanan yang dihasilkan akan bergantung kepada sumber tekanan dan cara individu
tersebut bertindak balas. Tekanan mental adalah sebagian daripada kehidupan
harian. Ia merujuk kepada kaedah yang menyebabkan ketenangan individu terasa di
ancam oleh peristiwa persekitaran dan menyebabkan individu tersebut bertindak
balas. Anda boleh mengalami tekanan ketika di tempat kerja, menyesuaikan diri
dengan persekitaran baru, atau melalui hubungan sosial. Tekanan mental yang
sederhana boleh menjadi pendorong kepada satu-satu tindakan dan pencapaian
tetapi kalau tekanan mental anda itu terlalu tinggi, ia boleh menimbulkan
masalah sosial dan seterusnya menggangu kesehatan anda.
2. Frustasi
: adalah suatu harapan yang diinginkan dan kenyataan yang terjadi tidak
sesuai dengan yang diharapkan.
Misalnya putus pacar, perceraian, masalah kantor, masalah sekolah atau masalah yang tidak kunjung selesai
Misalnya putus pacar, perceraian, masalah kantor, masalah sekolah atau masalah yang tidak kunjung selesai
3. Konflik
: Berasal dari kata kerja latin configere yang berarti saling
memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial
antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak
berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak
berdaya.
4. Kecemasan :
Banyak pengertian/definisi yang dirumuskan oleh para ahli dalam merumuskan
pengertian tentang kecemasan. Beberapa ahli yang mencoba untuk mengemukakan
definisi kecemasan, antara lain :
· Maramis
(1995) menyatakan bahwa kecemasan adalah suatu ketegangan, rasa tidak aman,
kekhawatiran, yang timbul karena dirasakan akan mengalami kejadian yang tidak
menyenangkan.
· Lazarus
(1991) menyatakan bahwa kecemasan adalah reaksi individu terhadap hal yang akan
dihadapi. Kecemasan merupakan suatu perasaan yang menyakitkan, seperti
kegelisahan, kebingungan, dan sebagainya, yang berhubungan dengan aspek
subyektif emosi. Kecemasan merupakan gejala yang biasa pada saat ini, karena
itu disepanjang perjalanan hidup manusia, mulai lahir sampai menjelang
kematian, rasa cemas sering kali ada.
· Saranson
dan Spielberger (dalam Darmawanti 1998) menyatakan bahwa kecemasan merupakan
reaksi terhadap suatu pengalaman yang bagi individu dirasakan sebagai ancaman.
Rasa cemas adalah perasaan tidak menentu, panik, takut, tanpa mengetahui apa
yang ditakutkan dan tidak dapat menghilangkan perasaan gelisah dan rasa cemas
tersebut.
Sympton reducing responses stress
Ada beberapa gejala yang menandakan mental seseorang itu tertekan. Antara gejala tekanan mental adalah : PERASAN � Merasa bimbang � Merasa cepat marah � Merasa lemah semangat � Merasa tidak tenteram dan � Gelisah FIKIRAN � Bimbang terhadap masa depan � Kurang daya tumpuan � Menjadi mudah lupa � Fikiran tertumpu pada masalah tempat kerja � Takut gagal � Rendah harga diri TINGKAH LAKU � Tabiat merokok yang meningkat � Penggunaan alkohol dan dadah sebagai cara untuk mengurangkan masalah � Hilang selera makan atau makan berlebihan � Mudah cuai dan sering terbabit dalam kemalangan � Mudah terkejut � Bertindak secara agresif PERUBAHAN FIZIKAL � Berpeluh pada tangan dan badan � Sering rasa dada berdebar � Menggeletar, kering mulut dan kerongkong � Mudah merasa letih � Kerap kecing � Sukar untuk tidur � Masalah penghadaman seperti, loya, muntah, cirit-birit dan sembelit � Sakit kepala dan leher sakit-sakit sendi dan badan mudah diserang penyakit.
Kesan
Perubahan-perubahan besar dalam kehidupan seseorang adalah punca tekanan mental yang paling lazim. Peristiwa-peristiwa yang boleh mendatangkan tekanan mental bukan sahaja peristiwa yang negatif seperti kematian, dibuang kerja tetapi peristiwa positif seperti berkahwin, mendapat cahayamata ataupun kenaikan pangkat.
Pencegahan
Kebanyakan punca tekanan mental boleh diubah, dihapuskan atau dikurangkan. Bagaimanapun anda harus terlebih dahulu menyedari dan memahami reaksi anda terhadap tekanan. Cara-cara yang boleh digunakan untuk mengurangi tekanan mental anda : 1) Bersikap realistik terhadap pekerjaan/ tanggungjawab anda � Akui kekuatan dan kelemahan diri. � Sentiasa berfikiran positif. � Cuba melakukan yang terbaik di dalam pekerjaan. � Memupuk sikap seronok bekerja/ belajar. 2) Merancang kerja anda � Kendali masa anda dengan bijak. � Beri keutamaan pada kerja yang penting. Jangan bertangguh. � Elakkan daripada membawa kerja pulang ke rumah. Jika anda seorang pelajar, kerja rumah adalah sesuatu yang tidak dapat dielakkan. Namun begitu, cuba habiskan kerja rumah anda pada masa lapang di sekolah. � Mengagihkan kerja dengan baik. 3) Meningkatkan kemahiran menyelesaikan masalah � Lihat masalah dengan rasional dan rancang penyelesaian secara sistematik. � Senaraikan semua masalah mengikut keutamaan dan langkah-langkah mengatasinya. � Nilaikan kesesuaian pada setiap langkah penyelesaian. � Ambil tindakan secara wajar. 4) Menerima sebarang perubahan dengan sikap yang wajar � Sentiasa bersikap terbuka terhadap apa jua perubahan yang berlaku. � Bersikap realistik terhadap segala perubahan dan mampu menerima keadaan yang di luar kawalan anda. � Bersikap positif dalam persekitaran yang mencabar. 5) Amalkan komunikasi yang berkesan � Biarlah bersikap lembut tetapi tegas daripada bersikap agresif. � Luahkan pendapat anda dengan penuh sopan, tegas dan jelas. � Hormatilah pandangan rakan anda. 6) Semaikan semangat bermasyarakat � Jalankan persahabatan dengan rakan-rakan anda. � Senaraikan individu dan organisasi yang mampu membantu anda menangani sebarang masalah. � Berkongsi masalah anda dengan mereka yang sedia mendengar dan boleh mempercayai. � Luangkan masa anda untuk membantu rakan yang bermasalah. 7) Amalkan cara hidup sihat � Luangkan masa untuk berehat dan bertenang. � Amalkan bersenam, pemakanan yang sihat, tidur yang mencukupi. � Jangan merokok, jauhi diri dari arak dan dadah. � Amalkan nilai-nilai murni dan berpegang teguh pada ajaran agama. Secara kesimpulannya dapatlah dikatakan bahawa kesihatan mental adalah terhindarnya seseorang dari gejala-gejala gangguan dan penyakit jiwa, dapat menyesuaikan diri, dapat memanfaatkan semua potensi dan bakat yang ada semaksimum mungkin dan membawa kepada kebahagiaan bersama serta tercapainya keharmonisan jiwa dalam hidup.
Ada beberapa gejala yang menandakan mental seseorang itu tertekan. Antara gejala tekanan mental adalah : PERASAN � Merasa bimbang � Merasa cepat marah � Merasa lemah semangat � Merasa tidak tenteram dan � Gelisah FIKIRAN � Bimbang terhadap masa depan � Kurang daya tumpuan � Menjadi mudah lupa � Fikiran tertumpu pada masalah tempat kerja � Takut gagal � Rendah harga diri TINGKAH LAKU � Tabiat merokok yang meningkat � Penggunaan alkohol dan dadah sebagai cara untuk mengurangkan masalah � Hilang selera makan atau makan berlebihan � Mudah cuai dan sering terbabit dalam kemalangan � Mudah terkejut � Bertindak secara agresif PERUBAHAN FIZIKAL � Berpeluh pada tangan dan badan � Sering rasa dada berdebar � Menggeletar, kering mulut dan kerongkong � Mudah merasa letih � Kerap kecing � Sukar untuk tidur � Masalah penghadaman seperti, loya, muntah, cirit-birit dan sembelit � Sakit kepala dan leher sakit-sakit sendi dan badan mudah diserang penyakit.
Kesan
Perubahan-perubahan besar dalam kehidupan seseorang adalah punca tekanan mental yang paling lazim. Peristiwa-peristiwa yang boleh mendatangkan tekanan mental bukan sahaja peristiwa yang negatif seperti kematian, dibuang kerja tetapi peristiwa positif seperti berkahwin, mendapat cahayamata ataupun kenaikan pangkat.
Pencegahan
Kebanyakan punca tekanan mental boleh diubah, dihapuskan atau dikurangkan. Bagaimanapun anda harus terlebih dahulu menyedari dan memahami reaksi anda terhadap tekanan. Cara-cara yang boleh digunakan untuk mengurangi tekanan mental anda : 1) Bersikap realistik terhadap pekerjaan/ tanggungjawab anda � Akui kekuatan dan kelemahan diri. � Sentiasa berfikiran positif. � Cuba melakukan yang terbaik di dalam pekerjaan. � Memupuk sikap seronok bekerja/ belajar. 2) Merancang kerja anda � Kendali masa anda dengan bijak. � Beri keutamaan pada kerja yang penting. Jangan bertangguh. � Elakkan daripada membawa kerja pulang ke rumah. Jika anda seorang pelajar, kerja rumah adalah sesuatu yang tidak dapat dielakkan. Namun begitu, cuba habiskan kerja rumah anda pada masa lapang di sekolah. � Mengagihkan kerja dengan baik. 3) Meningkatkan kemahiran menyelesaikan masalah � Lihat masalah dengan rasional dan rancang penyelesaian secara sistematik. � Senaraikan semua masalah mengikut keutamaan dan langkah-langkah mengatasinya. � Nilaikan kesesuaian pada setiap langkah penyelesaian. � Ambil tindakan secara wajar. 4) Menerima sebarang perubahan dengan sikap yang wajar � Sentiasa bersikap terbuka terhadap apa jua perubahan yang berlaku. � Bersikap realistik terhadap segala perubahan dan mampu menerima keadaan yang di luar kawalan anda. � Bersikap positif dalam persekitaran yang mencabar. 5) Amalkan komunikasi yang berkesan � Biarlah bersikap lembut tetapi tegas daripada bersikap agresif. � Luahkan pendapat anda dengan penuh sopan, tegas dan jelas. � Hormatilah pandangan rakan anda. 6) Semaikan semangat bermasyarakat � Jalankan persahabatan dengan rakan-rakan anda. � Senaraikan individu dan organisasi yang mampu membantu anda menangani sebarang masalah. � Berkongsi masalah anda dengan mereka yang sedia mendengar dan boleh mempercayai. � Luangkan masa anda untuk membantu rakan yang bermasalah. 7) Amalkan cara hidup sihat � Luangkan masa untuk berehat dan bertenang. � Amalkan bersenam, pemakanan yang sihat, tidur yang mencukupi. � Jangan merokok, jauhi diri dari arak dan dadah. � Amalkan nilai-nilai murni dan berpegang teguh pada ajaran agama. Secara kesimpulannya dapatlah dikatakan bahawa kesihatan mental adalah terhindarnya seseorang dari gejala-gejala gangguan dan penyakit jiwa, dapat menyesuaikan diri, dapat memanfaatkan semua potensi dan bakat yang ada semaksimum mungkin dan membawa kepada kebahagiaan bersama serta tercapainya keharmonisan jiwa dalam hidup.
Pendekatan problem solving
terhadap stress
Strategi koping
yang spontan mengatasi strees :
Dukungan sosial dan konsep-konsep
terkait : beberapa penulis meletakkan dukungan sosial terutama dalam
konteks hubungan yang akrab atau ‘kualitas hubungan’ (Winnubst
dkk,1988). Menurut Robin & Salovey (1989) perkawinan dan keluarga
barangkali merupakan sumber dukungan sosial yang penting. Akrab adalah penting
dalam masalah dukungan sosial, dan hanya mereka yang tidak terjalin suatu
keakraban berada pada resiko. Para ilmuan lainnya menetapkan dukungan sosial
dalam rangkajejaring sosial. Wellman(1985) meletakkan dukungan sosial
didalam analisis jaringan yang lebih longgar : dukungan sosial yan hanya dapat
dipahami kalau orang tahu tentang struktur jaringan yang lebih luas yang
didalamnya seorang terintegrasi. Segi-segi struktural jaringan ini mencangkup
pengaturan-pengaturan hidup, frekuensi kontak, keikutsertaan dalam kegiatan
sosial, keterlibatan dalam jaringan sosial (Ritter,1988). Rook (1985)
menganggap dukungan sosial sebagai satu diantara fungsi pertalian (atau
ikatan) sosial. Segi-segi fungsional mencangkup : dukungan emosional,
mendorong adanya ungkapan perasaan, pemberian nasehat atau informasi, pemberian
bantuan material (Ritter, 1988). Ikatan-ikatan sosial menggambarkan
tingkat dan kualitas umum dari hubungan interpersonal.
Dukungan sosial sebagai ‘kognisi’ atau
‘fakta sosial’ : “Dukungan sosial terdiri dari informasi atau nasehat verbal
dan/atau non-verbal, bantuan nyata, atau tindakan yang diberikan oleh keakraban
sosial atau didapat karena kehadiran mereka dan mempunyai manfaat emosional
atau efek perilaku bagi pihak penerimaan”(Gottlieb, 1983).
Jenis dukungan sosial :
o Dukungan emosional
o Dukungan penghargaan
o Dukungan instrumental
o Dukungan informatif
Sumber :
Christian,M.2005.Jinakkan stress.Bandung:Nexx Media
Smet,Bart.1994.Psikologi kesehatan.Jakarta:Gramedia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar