A. Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri memang belum dapat digunakan
sebagai tolak ukur derajat kesehatan mental seseorang, tetapi memang tidak
dapat dipungkiri bahwa penyesuaian diri sampai pada tingkat tertentu merupakan
syarat mutlak bagi sehat atau tidaknya seseorang secara mental.
Seperti yang kita ketahui, bila kita mendengar kata
penyesuaian diri pasti dibenak kita langsung terlintas nama adaptasi, nah
sebenarnya dalam bahasa inggris istilah penyesuaian diri ini memiliki dua kata
yang berbeda makna, yaitu adaptasi (adaptation) dan penyesuaian (adjusment),
kedua istilah ini sama-sama mengacu pada pengertian mengenai penyesuaian diri,
tetapi memiliki perbedaan makna yang mendasar.
Adaptasi adalah individu melakukan penyesuaian
diri dengan lingkungan, contohnya adalah apabila seorang individu merasa udara
disekitar nya dingin maka individu itu segera memakai pakaian yang tebal dan
meminum atau memakan makanan yang hangat-hangat.
Lalu apabila Penyesuaian itu sebagai mengubah
lingkungan agar lebih sesuai dengan diri individu., contohnya apabila individu
merasa kedinginan secara otomatis individu itu menyalakan api atau penghangat
ruangan untuk mengahngatkan badannya.
Namun Penyesuaian diri disini adalah meliputi
penyesuaian diri baik dalam adaptation dan adjusment. artinya individu mampu
menyesuaikan diri dengan baik, secara normal dan ideal nya mampu menggunakan
kedua mekanisme penyesuaian diri tersebut secara fleksibel tergantung pada
suasana dan situasinya. Apabila individu itu hanya dapat menggunakan
salah satu dari kedua mekanisme tersebut berarti individu itu di anggap kaku
dan dominan.
Ada beberapa ciri penyesuaian diri yang efektif,
seperti :
Memiliki Persepsi yang Akurat terhadap Realita
Memiliki Kemampuan untuk Beradaptasi dengan Tekanan
atau Stres dan juga Kecemasan
Mempunyai Gambaran Diri yang Positif tentang dirinya
Memiliki Kemampuan untuk Mengekspresikan Perasaannya
Mempunyai kemapuan Relasi Interpersonal yang baik
Individu yang memiliki serta memenuhi ciri-ciri
tersebut dapat digolongkan sebagai individu yang memiliki kesehatan mental yang
positif.
Pembentukan Penyesuaian Diri
Banyak faktor yang mempegaruhi penyesuaian diri, ada dari faktor lingkungan keluarga dan lingkungan teman sebaya.
a). Lingkungan Keluarga
Banyak faktor yang mempegaruhi penyesuaian diri, ada dari faktor lingkungan keluarga dan lingkungan teman sebaya.
a). Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga merupakan lahan untuk
mengembangkan berbagai kemampuan, yang dipelajari dalam berbagai hal seperti
melalu bermain, sandiwara, interaksi dengan anggota keluarga, dan
pengalaman-pengalaman didalam keluarga. Oleh sebab itu, orangtua sebaiknya
jangan menghadapkan individu pada hal-hal yang tidak dimengerti. Keluarga juga
merupakan wadah pembentukan karakter individu, penyesuaian diri juga termasuk
di dalamnya.
b) Lingkungan Teman Sebaya
Sama seperti lingkungan keluarga, lingkungan teman
sebaya juga merupakan lingkungan yang sangat menentukan individu dalam
melakukan dan mengembangkan penyesuaian diri. Bila seorang anak dapat dengan
mudah menyesuaikan dirinya dengan lingkungan teman bermainnya, itu merupakan
salah satu alasan bahwa sebenarnya kesehatan mental individu tersebut
baik dan sehat.
Pertumbuhan Personal
Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis
sebagai hasil dari proses-proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang
berlangsung secara normal yang sehat pada waktu yang normal. Proff Gessel
mengatakan bahwa pertumbuhan pribadi manusia berlangsung secara
terus-menerus.
Proses Pertumbuhan Individu secara fisik
Dari bayi hingga tua kita sebagai manusia
normal mengalami pertumbuhan secara terus menerus. Penyesuaian diri dengan
lingkungan nya pun terus berkembang.
Penekanan pertumbuhan, penyesuain diri dan
pertumbuhan
Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dariproses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal padaanak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikansebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaanjasmaniah)
yang herediter dalam bentuk proses aktif secaraberkesinambungan. Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatifyang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.
Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner (1957)bahwa perkembangan berjalan dengan prinsip orthogenetis, perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai keadaan di mana diferensiasi, artikulasi, dan integrasi meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi diartikan sebagai prinsip totalitas pada diri anak. Dari penghayatan totalitas itu lambat laun bagian-bagiannya akan menjadi semakin nyata dan bertambah jelas dalam kerangka keseluruhan.
Variasi dalam Pertumbuhan
Dalam variasi pertumbuhan memang sangat beragam.
Tidak semua individu berhasil dalam melakukan penyesuaian diri berdasarkan
tingkatan usia, pertumbuhan fisik, maupun sosial nya. Mengapa? karena terkadang
terdapat rintangan-rintangan yang menyebabkan ketidakberhasilan individu dalam
melakukan penyesuaian, baik rintangan itu dari dalam diri atau dari luar diri.
Kondisi-Kondisi untuk Bertumbuh
Kondisi jasmani seperti pembawa atau konstitusi
fisik dan tempramen sebagai disposisi yang diwariskan, aspek perkembangannya
secara intrinsik berkaitan erat dengan susunan atau konstitusi tubuh, kondisi
jasmani dan kondisi pertumbuhan fisik memang sangat mempengaruhi bagaimana
individu dapat menyesuaikan diri nya.
Sumber :
Siswanto, (2007). Kesehatan Mental
: Konsep, Cakupan dan Perkembangannya. Yogyakarta : Andi YogyakartaAnyo
(2011). Penyesuaian Diri dan Pertumbuhan. http://anyoo.blogspot.com/2011/04/penyesuaian-diri-dan-pertumbuhan.html
Semium,
yustinus (2006). Kesehatan Mental 1. Jakarta : Kansius
Tidak ada komentar:
Posting Komentar